Pengemasan dan Penyimpanan Donat

Pengemasan dan penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas produk donat. Pengemasan yang baik, memperpanjang daya simpan donat. Selesai itu, pengemasan dapat mempengaruhi daya beli konsumen.

A. Pengemasan 

Pengemasan berfungsi menjaga kualitas produk agar tetap baik, mencegah kerusakan atau kontaminasi mikroorganisme, memudahkan penyimpanan dan pendistribusian, serta menarik minat konsumen untuk membeli. Oleh karena itu, kemasan harus didesain semenarik mungkin, baik dari bahan, warna, bentuk, gambar, logo, maupun huruf. Usahakan semua informasi terdapat dalam kemasan, seperti merek dagang, nama produk, jumlah isi, komposisi bahan, berat bersih, tanggal kadaluarsa, nomor pendaftaran, alamat perusahaan, dan kode produksi.

Biasanya, kemasan donat disediakan oleh produsen donat sendiri yang disertakan bersama donat yang dititip –jualkan. Umumnya, kemasan ini berbentuk kantong kertas atau kardus dengan tutup transparan yang terbuat dari mika atau plastic. Produsen juga menyediakan kertas minyak / kertas roti / tisu yang digunakan sebagai alas donat agar minyak terserap. Untuk produsen sekala besar, biasanya juga menyediakan kantong plastic yang didesain khusus.

Wadah – wadah berikut mungkin bisa menginspirasi anda untuk mengemas donat sehingga produk yang dibuat memiliki nilai jual plus.

1. Untuk jumlah 1 hingga 4 donat, sediakan kantong kertas.

2. Untuk donat dengan olesan atau taburan (toping) pilih kardus bertutup transparan terbuat dari mika hingga tampilan donat tampak dari luar tanpa harus membuka tutup kardusnya

3. Kotak kardus berkaca plastic dan kemasan bertali pita kecil dengan isi beberapa kue donat, cocok menjadi souvenir acara pesta.

Kantong dan kardus – kardus tersebut bisa dibeli di pasar atau took yang menjual kemasan atau wadah – wadah kue yang terbuat dari bermacam – macam bahan dan ukuran, beragam bentuk dan beraneka warna, serta dengan kualitas dan harga yang berbeda. Tinggal pilih, yang serasi dengan produk Anda. Jika memungkinkan, kantong kemasan tersebut Anda. Jika memungkinkan, kantong kemasan tersebut anda buat sendiri sehingga produk anda memiliki cirri khas.

Proses pengemasan dimulai dengan menyusun donat sesuai tempatnya, apakah di kardus, nampan, atau boks makan (container) jika di kardus, donat harus ditempatkan tidak terlalu longgar karena donat akan bergerak – gerak saat didistribusikan sehingga bentuknya rusak. Sebaliknya, jangan terlalu berdesak – desakan desakan sehingga donat kempis dan bentuknya tidak menarik lagi. Jika di nampan atau boks makan, anda cukup menyusunnya secara rapi sesuai bentuknya. Biasanya, donat yang ditempatkan di nampan atau boks makan ini baru akan dikemas jika ada orang yang membeli secara satuan. Donat – donat tersebut cukup dikemas dengan kantong kertas.

Untuk donat dengan topping, harap diperhatikan cara menyusunnya, jangan susun donat dengan cara ditumpuk agar bentuknya tetap terjaga karena lapisan atas (topping) yang mempercantik penampilan donat dapat menempel ke lapisan donat yang lain.

B. Penyimpanan 
Memproduksi donat tidak seperti memproduksi kue kering yang bisa dibuat lama sebelum penjualan dan disimpan untuk kemudian dipasarkan. Donat diproduksi pada hari donat itu akan dijual sehingga tidak perlu tempat penyimpanan. Yang diperlukan adalah wadah atau container – container bertutup untuk membawa donat ke tempat – tempat titip – jual. Sebelum dan sesudah digunakan, cuci container – container ini dan pastikan bersih. Selanjutnya keringkan lalu digunakan lagi. Dengan demikian donat yang ditempatkan dalam container tidak berjamur.

Setelah donat matang, biarkan dingin, beri taburan, olesan atau topping, tempatkan dalam wadah atau container – container bertutup secara teratur dan tersusun rapi. Isi masing – masing container dengan donat sesuai jenis dan jumlah yang dibutuhkan untuk setiap tempat titip – jualnya. Donat siap diantar.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *